Wacana Pembangunan Wisata Bulan Buatan Senilai 5 Milyar Dolar 🌕
“Ambilkan bulan, Bu 🎵” bukan lagi sekedar lagu.
2 Jun 2022 · By Adrian Padmodihardjo
Ilustrasi “MOON” /
Ilustrasi “MOON” / moonworldresorts

“MOON”, begitu nama proyek ini. Singkat, padat, jelas. Ini adalah wacana destinasi wisata yang dikemukakan oleh MOON World Resorts Inc, sebuah studio arsitektur yang berbasis di Kanada.

Dari milyaran penduduk Bumi, hanya 12 orang yang pernah menginjakkan kaki di bulan. Inilah gagasan yang kemudian mendorong perusahaan tersebut untuk membangun bulan buatan di Bumi. Bukan hanya satu, tapi empat buah mini replika dari bulan.

Berikut sejumlah kabar terbaru terkait rencana pengembangan “MOON”.

Memakan biaya pembangunan 5 milyar dolar

Setiap “MOON” direncanakan akan menjulang 735 kaki (224 meter) dari permukaan tanah. Kabarnya pembangunan setiap replika akan memakan biaya sebesar 5 milyar dolar (Rp 70 trilyun)!

Nantinya, destinasi ini akan menawarkan wisata bertema antariksa, yang kabarnya akan berbiaya setidaknya 500 dolar (Rp 7 juta) per pengunjung. “MOON” diproyeksikan akan dikunjungi oleh 2,5 juta “astronot” setiap tahunnya. Klaim atas prospek ini didukung oleh momentum wisata antariksa yang tengah ramai diperbincangkan belakangan ini, di antaranya proyek Blue Origin yang dipopulerkan oleh Jeff Bezos, juga Virgin Galactic yang merupakan bagian dari British Virgin Group.

Blue Origin /
Blue Origin / fortune
Virgin Galactic /
Virgin Galactic / themotleyfool

“MOON” akan bersinar terang di malam hari

Tentunya, bukan replika bulan jika tidak bersinar di malam hari. “MOON” bukan hanya didesain untuk bersinar di malam hari, namun sinarnya akan dibuat menyerupai siklus peredaran bulan, dari bulan sabit, setengah penuh, hingga bulan penuh.

Kemungkinan dibuka pada tahun 2027 atau 2028

Untuk membangun destinasi ini, dibutuhkan program perencanaan selama 12 bulan, diikuti oleh pembangunan atau konstruksi selama 48 bulan. Menurut Michael Henderson, pendiri MOON World Resorts Inc, sudah ada rencana untuk membangun “MOON” di Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Singapura, dan Spanyol.

Di Amerika Serikat, destinasi ini kemungkinan besar akan dibangun di Las Vegas. Adapun Michael Henderson mengemukakan bahwa bisa jadi pembangunan akan dimulai di Uni Emirat Arab terlebih dahulu. Beliau juga menyebut China sebagai salah satu alternatif.