Presiden Jokowi Akan Guyur Rp 72 M Untuk Influencer Pariwisata
Rp 72 miliar untuk menyewa influencer untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah internasional
28 Feb 2020

Pemerintah Indonesia sedang membangun strategi untuk melindungi industri pariwisata dari dampak wabah virus corona, termasuk dengan mengalokasikan sebanyak Rp 72 miliar untuk menyewa influencer untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah internasional.

Presiden Jokowi memberikan pengarahan saat rapat.
Presiden Jokowi memberikan pengarahan saat rapat.

Di era digital ini, influencer banyak menggunakan media sosial seperti YouTube, Instagram, TikTok, Twitter dan blog untuk untuk mengunggah (posting) cerita, gambar atau video yang meng-endorse atau mempromosikan sebuah produk, layanan atau pengalaman. Influencer umumnya memiliki ratusan ribu hingga jutaan followers atau pengikut sehingga tidak jarang apa yang dipromosikan oleh mereka akan menjadi viral atau populer seketika.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pemerintah akan mengalokasikan dana Rp 298,5 miliar untuk memberikan insentif bagi wisatawan asing, dengan pembagian sebagai berikut:

  • Rp 98,5 miliar akan diberikan kepada maskapai penerbangan dan agen perjalanan untuk memberikan diskon
  • Rp 103 miliar akan digunakan untuk anggaran promosi
  • Rp 25 miliar akan dialokasikan untuk kegiatan pariwisata
  • Rp 72 miliar akan digunakan untuk menyewa influencer

10 tujuan wisata yang akan dipromosikan adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Yogyakarta, Malang di Jawa Timur, Manado di Sulawesi Utara, Bali, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung, dan Batam dan Bintan di Kepulauan Riau.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, menjelaskan bahwa calon influencer yang akan disewa akan dipelajari secara detail, antara lain melalui jumlah penonton dan subscribers di YouTube dan followers di Instagram. Itu semua akan dijadikan bahan pertimbangan sebelum memutuskan siapa influencer yang paling tepat. Target wisatawan mancanegara yang dibidik pemerintah antara lain berasal dari Amerika Serikat, Eropa, Australia, India dan Timur Tengah.