Kalahkan Singapore, Semarang Menang Kota Terbesih se-Asia Tenggara
Kota yang dijuluki kota Lumpia itu, sebelumnya sudah masuk dalam nominasi Kota Wisata Bersih ASEAN pada 2018 lalu
21 Jan 2020

Kota Semarang, Jawa Tengah berhasil mendapatkan penghargaan sebagai kota terbersih se-Asia Tenggara dalam ajang ASEAN Tourism Forum (ATF) 2020 di Brunei Darussalam. Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin yang mewakili Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang menerima penghargaan tersebut.

Penerimaan piala penghargaan Semarang kota terbersih. Foto: Istimewa
Penerimaan piala penghargaan Semarang kota terbersih. Foto: Istimewa

Kota yang dijuluki kota Lumpia itu, sebelumnya sudah masuk dalam nominasi Kota Wisata Bersih ASEAN pada 2018 lalu. Namun, penghargaan tersebut dimenangkan oleh Provinsi Nan, Thailand.

Penghargaan ini sekaligus memupus kota tujuan wisata negara tetangga Singapura, serta kota tujuan wisata dalam negeri lainnya seperti Denpasar, Jogja, dan Bandung. Selama dua tahun ke depan hingga tahun 2022, penghargaan ini akan menjadi milik Semarang. Ini juga tantangan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas kebersihan.

Penghargaan ini berkat beberapa program kebersihan seperti "Gerakan Semarang Wegah Nyampah" dan larangan penggunaan sedotan dan kantong plastik. Masih tergolong rendahnya emisi gas kendaraan serta keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang mencapai lebih dari 30 persen dari total wilayah, menjadi kunci sukses lainnya.

Piala penghargaan Semarang kota terbersih, Foto: Instagram @semarangprojects
Piala penghargaan Semarang kota terbersih, Foto: Instagram @semarangprojects

Tak heran di 2019 lalu, sekurangnya 7,2 juta wisatawan berkunjung ke Kota Loenpia tersebut. Pemerintah sudah mulai membenahi kota ini sejak beberapa tahun terakhir. Sejumlah sudut kota dipercantik demi menarik minat wisatawan lebih tinggi lagi, termasuk merevitalisasi kawasan Kota Lama Semarang yang sempat didatangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir 2019. Bahkan, Kota Lama diusulkan mendapat stempel Situs Warisan Dunia UNESCO pada beberapa waktu mendatang.

Foto: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sambil mengayuh sepeda memantau kebersihan dan infrastruktur lingkungan (DOK. Istimewa)
Foto: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sambil mengayuh sepeda memantau kebersihan dan infrastruktur lingkungan (DOK. Istimewa)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari mengungkapkan kegembiraan atas torehan apik dari kota lumpia ini. Menurutnya, Kota Semarang patut berbangga atas segala usaha pembangunan yang meraih hasil positif.Indriyasari juga mengatakan, penghargaan ini memiliki dampak positif bagi dunia pariwisata Kota Semarang yaitu semakin dikenal wisatawan. Dengan penghargaan ini, ia berharap dapat terus mempertahankan predikat baik yang sudah tersemat di Kota Semarang.