Cek In Hotel Di Singapura Dengan Scan Wajah
Sistem EVA yang diluncurkan pada hari Rabu, 6 November 2019, memudahkan para tamu untuk cek in
10 Nov 2019

Proses cek in hotel yang seringkali memakan waktu lama karena staf harus melakukan beberapa proses manual. Hal ini seringkali membuat tamu kesal karena harus menunggu lama sebelum dapat masuk ke kamar mereka. Di Singapura, sistem E-Visitor Authentication (EVA) akan menghilangkan proses manual dan mempercepat waktu check-in hotel hingga 70 persen.

Sistem scan wajah diluncurkan di beberapa hotel besar di Singapura.
Sistem scan wajah diluncurkan di beberapa hotel besar di Singapura.

Sistem EVA yang diluncurkan pada hari Rabu, 6 November 2019, memudahkan para tamu untuk cek in menggunakan aplikasi seluler atau kios otomatis dengan meng-scan paspor mereka, mirip dengan sistem yang digunakan di bandara. Hasil scan paspor akan diproses oleh Otoritas Imigrasi (ICA) untuk memverifikasi identitas mereka. Setelah proses selesai, tamu langsung mendapatkan kunci kamar.

Mr Marcus Hanna, General Manager Fairmont Singapore dan Swissotel The Stamford, mengatakan sistem tersebut telah membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi. "Dulu ada antrian panjang tamu di reception. Sekarang, teknologi telah memungkinkan cek in dalam waktu sekitar tiga menit dan cek out dalam waktu kurang dari 30 detik untuk setiap tamu, "katanya.

Percepatan proses cek ini akan menghemat lebih dari 11.000 jam setiap tahun untuk sebuah hotel besar dan penghematan ini akan meringankan beban kerja manual staf hotel sehingga mereka dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk berinteraksi dan menjamu tamu.

Singapura memiliki lebih dari 400 hotel dengan 67.000 kamar. Sistem baru ini sedang diujicobakan di tiga hotel - Ascott Orchard, Swissotel the Stamford dan Grand Park City Hall.